MUNA BARAT – Kepala Desa Madampi, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat, La Umer, S.Hut, membantah keras tuduhan telah merugikan keuangan negara dalam proyek peningkatan jalan usaha tani tahun anggaran 2024.
Tuduhan tersebut sebelumnya disuarakan oleh sekelompok pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Desa Madampi, melalui aksi demonstrasi di kantor desa Madampi dan Inspektorat Kabupaten Muna Barat. Mereka menyoroti dugaan kurangnya transparansi dalam pengelolaan Dana Desa.
Menanggapi hal itu, La Umer menyayangkan aksi yang dilakukan tanpa ada komunikasi terlebih dahulu.
“Saya sangat menyayangkan sikap adik-adik mahasiswa yang langsung menuduh tanpa mengonfirmasi atau berkoordinasi. Pekerjaan jalan usaha tani yang dimaksud itu adalah pembukaan jalan kuburan dan peningkatan jalan usaha tani sepanjang 700 meter, dengan anggaran Rp164.795.000 yang bersumber dari dana alokasi kinerja tahun 2024,” jelasnya. Jumat, 08/08/2025.
Ia menegaskan, pelaksanaan proyek tersebut telah sesuai prosedur dan terbuka untuk pengawasan publik.
“Ada papan proyeknya dan masyarakat juga ikut mengawasi. Justru yang ikut aksi kemarin itu hanya beberapa orang dari Madampi, selebihnya dari luar desa. Jadi wajar jika mereka tidak mengetahui proses pekerjaan yang sedang berjalan maupun pelayanan di kantor desa,” lanjutnya.
La Umer juga membantah isu pelayanan administrasi yang disebut-sebut dilakukan di rumah pribadinya.
“Itu fitnah. Semua urusan administrasi dilayani di kantor desa, bukan di rumah saya. Tuduhan bahwa bantuan hanya diterima oleh keluarga dan perangkat desa juga tidak benar,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga, namun sebaiknya didasarkan pada fakta agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Saya terbuka terhadap kritik dan masukan. Tapi seharusnya berdasarkan fakta di lapangan, bukan asumsi yang bisa menimbulkan kegaduhan,” katanya.
La Umer menutup pernyataannya dengan kembali menegaskan komitmennya terhadap tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
“Kami selalu melibatkan masyarakat secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan. Dana desa dikelola terbuka agar tidak ada penyalahgunaan,” pungkasnya.
Laporan : Tim




















