KONAWE UTARA – Dukungan terhadap terbentuknya Asosiasi Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) Kabupaten Konawe Utara terus mengalir. Salah satunya datang dari H. Mustafa, S.Kom, tokoh pengusaha sekaligus Ketua Tani Merdeka Indonesia (TNI) Kabupaten Konawe Utara.
Menurut Mustafa, kehadiran Asosiasi IUJP merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran pengusaha lokal, khususnya kontraktor jasa pertambangan yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan dalam mendapatkan pemberdayaan usaha.
“Sebagai masyarakat Konawe Utara, patutlah kita mendukung penuh lahirnya Asosiasi IUJP. Kehadiran asosiasi ini bisa menjadi wadah yang menghimpun para pengusaha tambang lokal sehingga lebih berdaya saing dan memiliki posisi tawar,” ujarnya, Minggu (31/8/2025).
Mustafa menegaskan, pemberdayaan kontraktor lokal tidak hanya berdampak pada sektor pertambangan semata, tetapi juga berkontribusi besar pada perputaran ekonomi daerah. Apalagi Konawe Utara dikenal sebagai salah satu daerah penghasil cadangan nikel terbesar di Indonesia.
“Kalau kontraktor lokal diberdayakan, maka perputaran ekonomi di daerah akan mengalir pesat. Dampaknya bukan hanya ke tambang, tetapi juga ke sektor pertanian dan perkebunan,” tambahnya.
Ia mencontohkan, Konawe Utara memiliki hamparan lahan pertanian yang luas. Jika ada dukungan modal dan sinergi dengan kontraktor lokal, sektor pertanian dan perkebunan bisa bangkit dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Mustafa juga mengajak seluruh pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Konawe Utara untuk bersinergi dengan Asosiasi IUJP. Menurutnya, hal ini sejalan dengan amanat UUD 1945 Pasal 33 serta Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 Pasal 124 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
“Dengan terbentuknya Asosiasi IUJP Konawe Utara, saya ucapkan selamat kepada pengurus terpilih. Saya berharap segera dilakukan konsolidasi dengan seluruh pemilik IUP, dan mari bersama-sama memberdayakan pengusaha lokal agar pembangunan ekonomi daerah semakin kokoh,” pungkas Mustafa.




















