Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Bhabinkamtibmas Polsek Tallo Sukses Mediasi Kasus Kekerasan Mantan Kekasih di Kaluku Bodoa

33
×

Bhabinkamtibmas Polsek Tallo Sukses Mediasi Kasus Kekerasan Mantan Kekasih di Kaluku Bodoa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Makassar, 7 Januari 2026 – Bhabinkamtibmas Polsek Tallo untuk Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Aipda Rolis Abdillah, kembali menunjukkan dedikasinya dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Ia berhasil menyelesaikan laporan penganiayaan yang dialami warga bernama Sitti dari Jalan Sinassara. Korban diduga dianiaya oleh mantan kekasihnya, Khaerul, warga Jalan Galangan Kapal Permandian 1, akibat kecemburuan yang berlebihan.
Orang tua Sitti sangat kecewa dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas Kaluku Bodoa. Aipda Rolis Abdillah segera bertindak dengan menjemput terduga pelaku dari rumahnya. Kedua keluarga kemudian dipertemukan di Polsek Tallo untuk proses mediasi. Hasilnya, kedua belah pihak mencapai kesepakatan damai secara kekeluargaan, yang diperkuat dengan surat pernyataan resmi disaksikan oleh perwakilan masing-masing keluarga.
Kapolsek Tallo AKP Asfada, SE, MH, menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja anak buahnya. Camat Tallo Ramli Lallo, S.Pd., M.Si. juga ikut mengapresiasi keberhasilan mediasi yang menjaga perdamaian antarwarga.


Kronologi Kejadian dan Proses Penyelesaian
Hubungan antara Sitti (22 tahun) dan Khaerul (25 tahun) telah berakhir. Namun, rasa cemburu Khaerul terhadap mantan kekasihnya masih tinggi. Ia curiga Sitti menjalin hubungan dengan pria lain, sehingga emosinya memuncak menjadi penganiayaan fisik. Korban mengalami luka memar pada lengan dan wajah.
“Kami sangat keberatan dengan kejadian ini. Anak kami mengalami trauma berat. Langsung kami laporkan kepada Pak Rolis yang selalu dekat dengan masyarakat,” ungkap orang tua Sitti. Aipda Rolis Abdillah bertindak cepat. Pada pagi hari ia menjemput Khaerul, dan pada sore harinya proses mediasi digelar di Polsek Tallo.
Mediasi berlangsung selama tiga jam dengan suasana penuh pengertian. Kedua keluarga saling mendengarkan keluhan dan menyampaikan maaf. “Kami sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Khaerul berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” kata perwakilan keluarga pelaku. Surat pernyataan damai ditandatangani dua duplikat sebagai komitmen resmi.

Example 300x600


Apresiasi Kapolsek Tallo atas Kinerja Unggul
Kapolsek Tallo AKP Asfada, SE, MH, memberikan pujian setinggi-tingginya kepada Aipda Rolis Abdillah. “Ini contoh luar biasa penerapan Kepolisian Masyarakat atau Polmas. Aipda Rolis berhasil mencegah kasus KDRT berpotensi pidana berat menjadi penyelesaian damai. Harmoni masyarakat Kaluku Bodoa terjaga kembali,” tegasnya.
Menurut AKP Asfada, pendekatan ini sangat efektif. “Data Polsek Tallo tahun 2025 mencatat 45 kasus kekerasan dalam relasi domestik atau KDRT. Sebanyak 70 persen berhasil diselesaikan melalui mediasi. Ini mengurangi beban pengadilan sebesar 30-40 persen. Saya bangga memiliki personel seperti Aipda Rolis yang sudah berulang kali berhasil menangani berbagai konflik masyarakat, mulai dari sengketa tanah hingga perselisihan tetangga.”
Kapolsek menekankan bahwa keberhasilan ini sejalan dengan arahan Polda Sulawesi Selatan untuk memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai jembatan antara polisi dan masyarakat.

Dukungan Camat Tallo untuk Pencegahan Berkelanjutan
Camat Tallo Ramli Lallo, S.Pd., M.Si., turut menyampaikan dukungan penuh. “Kami sangat mengapresiasi kerja Polsek Tallo. Pemerintah kecamatan siap menyediakan fasilitas aula kelurahan untuk kegiatan sosialisasi pencegahan KDRT secara berkala. Mulai minggu depan, kami akan menggelar pertemuan bulanan melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan karang taruna,” ujarnya.
Camat Ramli Lallo berharap Kaluku Bodoa menjadi contoh kecamatan harmonis. “Kami akan melibatkan tokoh agama dan adat untuk memberikan pembinaan kepada generasi muda tentang hubungan yang sehat tanpa kekerasan. Pencegahan harus dilakukan dari akar masalahnya,” tambahnya.

Maraknya Kasus KDRT dan Peran Penting Pencegahan
Kasus kekerasan dalam relasi domestik atau KDRT terus meningkat di Sulawesi Selatan. Komnas Perempuan mencatat peningkatan laporan sebesar 18 persen pada tahun 2025. Sekitar 20 persen kasus dipicu oleh kecemburuan yang diperparah media sosial. Secara nasional terdapat 150 ribu kasus setiap tahun, dengan Sulawesi Selatan menyumbang sekitar 5 ribu kasus.
Polda Sulawesi Selatan berhasil menurunkan angka kriminalitas relasi sebesar 25 persen melalui pendekatan mediasi. Psikolog Universitas Hasanuddin, Dr. Rina Kartika, menjelaskan bahwa kecemburuan patologis sering berasal dari kurangnya kecerdasan emosional. “Pencegahan harus dimulai dari pendidikan di sekolah dan konseling dini untuk generasi muda,” sarannya.
Data Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan menyebutkan bahwa 60 persen generasi Z pernah mengalami hubungan toksik akibat salah paham di media sosial.


Langkah Konkret Pencegahan ke Depan
AKP Asfada merencanakan sosialisasi anti-KDRT setiap Jumat pagi di Kaluku Bodoa. “Kami akan libatkan tokoh agama dan masyarakat. Kisah Sitti dan Khaerul dijadikan studi kasus untuk pembelajaran,” jelasnya.
Pemerintah Kota Makassar berencana meluncurkan kampanye “Cinta Tanpa Kekerasan” pada Februari 2026. Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Polda Sulawesi Selatan siaga memberikan bantuan hukum gratis bagi korban. Khaerul berkomitmen mengikuti program konseling selama tiga bulan, sementara Sitti menerima perawatan medis gratis dari Polsek Tallo dan kini dalam masa pemulihan.


Pesan Moral dan Ajakan untuk Masyarakat
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat. Segala bentuk kekerasan harus dilaporkan sejak dini. “Jangan menunggu situasi memburuk. Bhabinkamtibmas selalu siap membantu menyelesaikan secara kekeluargaan,” pesan AKP Asfada.
Keberhasilan mediasi ini memperkuat peran Polri sebagai pelindung sekaligus penjaga harmoni sosial. Dengan dedikasi personel seperti Aipda Rolis Abdillah, didukung Kapolsek dan Camat, Kaluku Bodoa diharapkan menjadi teladan dalam penanganan konflik masyarakat. Semoga kisah damai ini menginspirasi wilayah lain di Sulawesi Selatan.

Example 300250
Example 120x600
Follow by Email
YouTube
Instagram
Telegram
WhatsApp
Tiktok